Bagian terakhir dari bukunya ESQ dari ary Ginanjar latihan ketangguhan pribadi dan sosial dengan rukun islam

  1. Mengucapkan 2 kalimat Syahadat

Ketika mengucapkan 2 kalimat syahadat baik dalam sholat atau dalam doa lainnya ucapkanlah dengan perlahan lahan berupayalah untuk memperoleh makna dari ucapan terebut yaitu untuk:

  1. Menetapkan misi kehidupan kita
  2. Membulatkan tekad untuk hanaya bersujud pada Allah
  3. Menyerap dan mengingat sifat Allah yang luhur
  4. Menerapkan sifat mulia tersebut dalam keseharian dengan mencontoh prilaku Nabi Muhammad SAW
  5. Tanamkan komitment untuk memegang teguh rukun iman dan rukun islam
  6. Berjanjilah sungguh sungguh kepada Allah untuk mematuhi janji atau syahadat yang anda ucapkan itu sepenuh hati

2. Sholat Lima waktu

Lakukan sholat lima waktu dengan disiplin dan khusu, sholat justru akan meningkatkan produktifitas apabila kita meninggalkan pekerjaan untuk sesaat. Kita butuh relaxsasi ketika waktu sholat tiba pikiran akan kembali jernih dan kembali fitrah (cerdas)

Pelajari terlebih dahulu makna sholat secara mendalam sebelum melakukannya. Setiap kata yang diucapkan akan membangkitkan kembali suara hati mulia yang munkin sudah agak memudar. Kecerdasan emosi dan spiritual akan bangkit setiap mengucapkan kata kata dalam sholat. Contoh kita lafadz Bismillahirahmanirrahim diucapkan ingatlah kita bekerja atas nama Allah yang maha mulia dan bersifat rahman dan rahim. Ketika takbiratul ihram ingatlah kebesaran Allah maka kita juga harus berpikir besar dan akan membangun kekuatan prinsip untuk hanya berpegang pada Allah. Wawasan akan dibangun ketika membaca surat Al Fatihah. Memahami ini ayat demi ayat merupakan kunci kehidupan manusia yang sempurna, landasan sikap, visi, integritas, komitment, keikhlasan hingga kecerdasan social ad adi sana

Kegiatan fisik dalam sholat akan menciptakan paradigma cerdas sekaligus menghapus dan meredam kejadian sehari hari yang mungkin telah mempengaruhi dan mengotori pikiran. Paradigma akan terpelihara melalui gerakan gerakan di dalam sholat. Sholat adalah kunci yang maha penting untuk memelihara dan meningkatkan level kecerdasan emosi dan spiritual.

Lakukan evaluasi perjalanan hidup dengan membandingkan antara idealisme sholat dengan kegiatan yang kita lakukan contoh seberapa jauh komitment dan integritas, seberapa tinggi sikap rahman dan rahim kita, seberapa suci pikiran dan tindakan kita, seberapa besar visi kita, seberapa sungguh sungguh upaya kreatifitas kita atau seberapa baik kecerdasan social kita.

Shalat adalah seutas tali yang panjang yang berfungsi sebagai penuntun keberhasilan hingga akhir hayat jangan pernah lepaskan tali penuntun itu.

  1. Puasa Di bulan Ramadhan

Lakukan puasa wajib di bulan ramadhan dan puasa sunnah untuk meningkatkan kemampuan kendali diri. Lakukan pekerjaan sehari hari seperti biasa pada saat berpuasa. Jangan menggunakan puasa sebagai dalih untuk bermalas malasan dengan alas an lapar dan haus. Justru disinilah letak rahasianya bekerja maksimum sambil menahan lapar dan haus serta emosi tak terkendali saat itu yang harus dikedepankan adalah sifat fitrah seperti sifat rahman dan rahim, sabr, pencipta adil memberi. Sikap sungguh sungguh konsisten dan sifat mulia lainnya tarikan keatas yang fitrah harus didhulukan tarikan kebawah nafsu ditahan maka muncul pribadi luhur dan tinggi yaitu berhati emas, bermental baja dan berfisik besi setelah kita lulus idul fitri disinlah tantangan terberat dimulai training puasa sudah selesai artinya kita harus tetap bersikap fitrah berorientasi pada Asmaul husna meskipun bulan ramadahan telah berlalu berjuanglah untuk meraih kemenangan dengan berbekal kecerdasan emosi dan spiritual tinggi yang diperoleh ketika berpuasa

  1. Zakat

Lakukan zakat wajib secara ikhlas karena Allah yang maha kaya. Disamping untuk menolong orang lain maka zakat akan melatih dan mengasah prinsip bismillah secara konkrit bukan hanya dalam pikiran tapi juga dalam langkah nyata. Prinsip memberi (bismillah) adalah dasar dari semua keberhasilan ini adalah aplikasi nyata dari teori P/PC yang berlandaskan rhido Allah

Lakukan prinsip zakat dalam arti luas, ini adalah sinergi dan kolaborasi yang sukses. Kita harus melakukan investasi kredibilitas membangun landasan kooperatif, empati, investasi komitment, memiliki sikap keterbukaan dan kompromi. Semua hal diatas prinsip dasar sebuah aliansi yang berhasil. Zakat adalah langkah konkrit dan pengasahan dari sikap penting diatas.

Tanpa sikap sikap diatas maka tidak akan pernah terjadi suatu sinergi yang baik dan bahkan mungkin tidak akan ada kemajuan yang berarti. Inilah langkah nyata untuk membangun kecerdasan social kita dalam membangun kekuatan sscial kita sendiri. Zakat adalah proses metode untuk membangkitkan dan memunculkan kepermukaan suara hati yang berasal dari sifat mulia ar rahman ar rahim, al wahhab, ar Razzaq, As Salam, Al Fattah, Al Adl, Asy Syakuur, al Qoyyum, Al mugniy dan Al jami. Suara suara hati itu adalah dasar ESQ

  1. Haji

Apabila sudah mampu maka wajib bagi kita untuk melakukan ibadah haji. Ini adalah sublimasi dari keseluruhan kecerdasan emosi dan spiritual berdasarkan rukun iman dan rukun islam. Inilah puncak training dan sekaligus ibadah utama untuk membangun ketanguhan pribadi dan ketangguhan social kita. Ini ibadah fisik dimana seluruh ibadah dilakukan dengan langkah kongkrit dan jelas. Seluruh prinsip dalam rukun iman dan langkah dalam rukun isalam dilaksanakan secara total dan menyeluruh di sana. Disini terletak transformasi puncak dari keyakinan dan prinsip abstrak ke aplikasi gerak yang konkrit. Seluruh prinsip bisa terlihat sangat nyata di sini.seluruh langkah mengarah kepada prinsip yang tunggal yaitu kepada Allah yang Maha Esa. Semua dilakukan secara bersama sama dengan prisip kolaborasi (AL Jaami). Sebelum melakukan ibadah haji pelajari dulu maknanya secara mendalam agar bis memperoleh benefitnya yang maksimum. Anda harus memahami terlebih dahulu makna keseluruhan dari rulun iman dan rukun islamdisamping rukun haji itu sendirisehingga kita memiliki wawasan yang cukup (takwa ) sebelum melakukan mha training dari Allah yang maha Pembuka Hati dan Maha pembimbing. Saat ibadah haji ini lah prinsip zero mind (ihrom), komitment dan integritas kepada Allah yang Maha Esa (tawaf), Perjuangan (Sai), Tantangan (Lontar JUmrah) Sinergi dan kolaborasi (Jamaah Haji) serta evaluasi dan visualisasi (wukuf) dilaksanakan dan ditransformasikan secara fisik dan sekaligus perjalanan manusia dari awal hingga akhir jaman (Visi) hasilnya adalah suatu paradigma yang kuat atau bangunan mental yang terpatri kuat di dalam hati yang terdalam tentang makna kehidupan yang sebenarnya. Lakukan ibadah Haji dengan berbekal wawasan keimanan yang solid (takwa)

1. Prinsip satu percaya pada Allah

Prinsip satu rukun iman adalah Percaya kepada allah berprinsip hanya kepada Allah sehingga melahirkan prinsip bintang yaitu

  1. kepemilikan rasa aman intrinsik.

Rasa aman abadi ada di dasar hati yaitu tidak ada tuhan selain Allah La Ilahaillallah, dengan memegang prinsip ini kita akan merasa aman dalam kondisi apapun

  1. kepercayaan diri yang tinggi.

Dengan berprinsip hanya kepada Allah maka dengan sendirinya tidak ada yang lebih tinggi harga dirinya selain allah. Hal ini akan membuat kita percaya diri dalam menghadapi apapun dan siapapun

  1. integritas yang kuat.

Berprinsip kepada Allah semata akan membuat kita bekerja dengan totalitas penuh di segala bidang berambisi untuk mencapai keberhasilan

  1. bersikap bijaksana.

Berprinsip hanya kepada Allah akan melahirkan sikap bijaksana dalam segal hal dengan mengandalkan suara hati

  1. memiliki tingkat motivasi yang tinggi.

Berprinsip hanya kepada Allah akan memotivasi diri untuk bercita cita besar dan berpikiran maju, Allah menciptakan manusia untuk menjadi orang sukses untuk menjadi wakil Nya di muka bumi

Semuanya dilandasi dan dibangun karena iman kepada Allah SWT

  1. Prinsip Percaya kepada Malaikat

Prinsip rukun iman kedua percaya pada malaikat akan melahirkan seseorang manusia yang

  1. memiliki loyalitas yang tinggi.

Keteladanan malaikat akan menciptakan manusia yang memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.

  1. Memiliki komitment yang kuat

Komitment yang kuat akan janji akan memantapkan kredibiltas seseorang

  1. Memiliki kebiasaan untuk memulai dan memberi

Membiasakan diri untuk selalu berpikir untuk menolong dan memulai memakai prinsip rahman dan rahim akan menciptakan manusia unggul dan iklhas

  1. Suka menolong
  2. Memiliki sikap saling percaya

  1. Prinsip percaya kepada Rasul Allah

Prinsip ini mengajarkan manusia kepada prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan kehendak Allah. Akan lahir pimpinn yang:

a. pimpinan yang dicintai

Pemimpin yang selalu berusaha mengerti dan menghargai setiap individu selalu bersikap rahman dan rahim

b. Pimpinan yang diperccaya

Pemimipin yang memiliki prisip akan melahirkan kepercayaan dan pengaruh dari orang yang dipimpinnya sesuai yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW

c. Pembimbing

Mampu memberi bimbiingan dan motivasi kepada orang lain sehingga akan melahirkan loyalitas dari pengikutnya untuk melanjutkan kepempimpinannya

d. Pemimpin yang berkrepribadian

e. Pemimpin yang abadi

Semua type kepemimpinan diatas dicontohkan oleh Allah pada rasul rasulNya agar menjadi pelajaran untuk manusia.

  1. Prinsip Percaya pada kitab Allah

Prinsip ini mengajarkan manusia untuk selalu belajar, selalu membaca segala fenomena dan menyingkapi dengan berprinsip hanya kepada Allah, sealalu berpikir kritis dan mendalam, selalu mengevaluasi pemikirannya kembali bersikap terbuka untuk mengadakan penyembpurnaan memiliki pedoman yang kuat untuk belajar, hanya berpegang pada Allah SWT

Berprinsip kepada pembelajaran melahirkan berbagai ilmu pengetahuan dari hasil penelaahan terhadap fenomena fenomena alam dan menemukan cara untuk mengetahuinya, akan melahirkan orang orang yang berpikir kreatif dan inovatif dalam semua sisi kehidupan, akan melahirkan penemuan penemuan baru, kegairahan kegairahan baru yang tidak akan habis habisnya.

Selalu belajar akan semakin dekatnya manusia kepada Fitrahnya untuk mensejahterakan Alam semesta.

Al Quran menjadi manual book manusia untuk menjalankan fungsinya sebagai wakil Allah di muka bumi..

Penerapan prinsip empat

  1. pebanyak membaca buku
  2. perbanyak membaca situasi di sekililng kita dan dianalisa ambil hikmahnya dan lakukan langkah perbaikan
  3. Baca Al quran dan hadist serta pahami maknanya
  4. Jika menghadapi kesulitan carilah pedomannya dalam Al quran dan hadist
  5. Baca lingkunagn dan analisa dengan keilmuan islam dan ambil hikmahnya

  1. Prinsip Percaya pada hari kiamat

Percaya pada hari kiamat akan melahirkan manusia yang penuh visi masa depan yang selalu berorientasi tujuan akhir terhadap langkah yang dibuat, melakukan setiap langkah dengan cermat dan sungguh sungguh, memiliki kendali diri dan social karena sudah memliki kesadaran akan adanya hari kemudian , memiliki kepastian akan masa depandan memiliki ketenangan batihniah yang tinggi yang tercipta oleh keyakinan akan adanya hari pembalasan

Penerapan prinsip vision atau percaya pada hari akhir

  1. Miliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang
  2. Tentukan prioritas pekerjaan, bedakan mana yang penting dan kuran penting. Ingat orang terbagi 2 yaitu sibuk mencapai tujuan dan sibuk mengisi waktu
  3. Mulailah bekerja dengan doa dan target yang jelas
  4. Buat rencan untuk esok hari
  5. Evaluasi hasil pekerjaan
  6. Tuliskan hasil evaluasi pada buku
  7. Buat target pekerjaan tahuna, bulanan, mingguan dan harian
  8. Lakukan dengan penuh konsisten

  1. Prinsip percaya pada Qada dan Qadar Allah

Percaya pada qada dan Qadar akan melahirkan kesadaran dan keyakinan dalam berusaha, karena pengetahuan dan kepastian hokum alam dan hokum social sangat memahami akan arti penting sebuah proses yang harus dilalui selalu berorientasi pada pembentukan system dan selslu berupaya menjaga system yang telah dibentuk

Penerapan prinsip percaya pada Takdir (well organized)

  1. Buat semuanya serba teratur dalam suatu system
  2. Tentukan rencan dan tujuan dengan jelas
  3. Tentukan manajemenya,
  4. Bagaimana system motvasinya
  5. Bagaimana system pengawasannya
  6. Laksanakan dengan sangat disiplin karena kesadaran diri bukan karena orang lai

Sumber ESQ by Ary Ginanjar

  1. PRASANGKA NEGATIF

Prasangka negative merupakan salah satu penyakit hati yang mengakibatkan seseorang selalu bersikap defensive, tertutup dan beranggapan semua orang adalah musuh yang berbahaya, curiga cendrung menahan informasi dan tidak mau bekerja sama. Akibatnya akan mengalami kerugian tersingkir dari sosial banyak peluang yang terlewatkan tidak mampu bekerjasama dengan orang lain. Sebenarnya orang berprasangka mempunyai musuh terbesar dari dirinyha sendiri.

Hindari berprasangka negative selalu berprasangka dan berpikiran positif terhadap orang lain, hal ini akan mendorong lingkungan untuk terbuka dan saling dorong untuk keberhasilan, bersikap terbuka.

“Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan semata sungguh dugaan tidak berguna sedikitpun melawan kebenaran, sungguh Allah mengetahui segala yang mereka lakukan” QS Yunus : 36

  1. PRINSIP PRINSIP HIDUP YANG SALAH

Mengikuti prinsip prinsip hidup selain berprinsip kepada yang satu Allah yang maha abadi akan mengakibatkan kita buta hati, berpotensi menghancurkan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Berprinsiplah hanya kepada Allah yang Maha Abadi

“Jika Allah mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan tentulah dijadikan Nya mereka mendengar, tetapi sekalipun Allah menjadikan mereka mendebngar mereka akan berbalik dan berpaling juga” QS Al anfaal : 23

  1. PENGALAMAN YG MEMBELENGU PIKIRAN

Pengalaman hidup kejadian yang pernah dialami sangat berperan membentuk opini terhadap sesuatu masalah yang berpotensi merugikan diri sendir banhakan lingkungan. Berpikirlah merdeka, bebaskan diri dari pengalaman yang membelengu pikiran.

“Dalam hatinya ada penyakit dan Allah menambah penyakit itu, mereka beroleh azab yang sangat pedih dan menyakitkan disebabkan karena mereka berdusta”QS Al Baqarah : 10

  1. KEPENTINGAN DAN PRIORITAS PRIBADI

Kepentingan sangat bersifat diri sendiri, prioritas bersifat makro, hanya memkirkan kepentingan pribadi tanpa memperhatikan prititas akan mengakibatkan hati jadi tertutup untuk melihat hal hal yang berada di luar dirinnya menjadi egois dan mengakibatkan kerugian jangka panjang.

Prinsip hidup melahirkan kepentingan dan kepentingan melahirkan prioritas. Oleh sebab itu untuk melatih kepekaan terhadap prioritas maka kita harus berprinsip hanya kepada Allah dan selalu berpikir melingkar menggunakan 99 suara hati.

“Hai orang beriman bertakwalah pad Allah hendaklah setiap orang memperhatikan perbuatannya sebagai persediaan untuk hari esok bertakwalah pada Allah Sungguh Allah tahu benar apa yang kamu lakukan”QS surat Al Hasyr “: 18

  1. PENGARUH SUDUT PANDANG YANG SALAH

Sudut pandang yang salah terhadap suatu persoalan mengakibatkan orang akan buta hati dan cendrung memperturutkan hawa nafsu saja dan berprinsip pada hal yang selain Allah.

Oleh karena itu lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara suara hati yang bersumber dari asmaul husna.

“hai orang beriman tegakkan keadilan sebagai saksi karena Allah dan janganlah kebencian orang mendorong kamu berlaku tidak adil, berlakulah adil itu lebih dekat kepada takwa bertakwalah pada Allah sungguh Allah tahu benar yang kamu lakukan”. QS Al maidah:8

  1. PENGARUH PEMBANDING

Dalam menentukan keputusan seringkali kita menggunakan pembanding yang sebenarnya belum tentu benar, akibatnya keputusan yang kita buat selalu bersifat subyektif.

Oleh karena itu sebelum mengambil suatu keputusan hendaklah kita periksa pikiran kita terlebih dahulu jangan melihat sesuatu karena pikiran kita tapi lihatlah sesuatu karena apa adanya.

“Telah kami ciptakan kepada manusia dalam Al qur an ini segala macam perumpamaan tetapi manusia dalam banyak hal suka membantah “ QS Al kahfi : 54

  1. PENGARUH LITERATUR

Banyak nya literature yang kita baca dan kita pelajari mengakibatkan kita sombong dan melupakan siapa pemilik Ilmu pengetahuan yang Hakiki, akibatnya kita mengagungkan ilmu pengetahuan yang kita miliki dan lupa siap yang memberi dan meiliki ilmu pengetahuan itu.

Oleh karena itu setiap saat kita belajar sesuatu ingatlah bahwa ilmu pengetahuan adalah bersumber dari Allah yang Maha mengetahui

“ Ialah yang menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu tetapi sedikit saja kamu bersyukur” QS Almukminun : 78

Oleh karena itu untuk melindungi dan membuka God Spot Fitrah itu marilah kita berdzikir dan bertasbih mengingat kesucian Allah Subhanallah “Maha Suci Allah”. Mengingat kesucian Allah setiap hari akan membantu melihat suatu permasalahan dan peluang tanpa didasari oleh hal hal diatas. Memperbanyak dzikir dan tasbih akan melatih kita untuk membuka hati dan pikiran kita dan kembali ke fitrah manusia sebagai makhluk sempurna khalifah wakil Allah di muka bumi.

Untuk membuka hati dan pikiran kita setiap memulai sesuatu pekerjaan selalu menggunakan prisip bismillahhirahmanirrahim bekerja dan memulai sesuatu karena Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Bekerja dengan prinsip bismillah akan menghindarkan kita dari prinsip kerja yang mengharapkan pamrih. Tidak mau bekerja sebelum tahu apa yang akan didapatkan nya, tidak ada keikhlasan . bekerja dengan prinsip bismillah adalah bekerja untuk tujuan jangka panjang mengharapkan ridho Allah.

Oleh karena itu lakukan semua pekerjaan karena Allah dan atas nama Allah dengan tulus.

Ringkasan I

Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk membaca buku ESQ karangan bpk Ary ginanjar ini, mungkin konsep ini sudah di luncurkan oleh ari ginanjar dari tahun 2001 dan sudah melahirkan ribuan orang sukses. saya akan membagi mungkin untuk anda yang belum tau dan belum baca mungkin bisa membuka pikiran kita, untuk anda yang sudah tau mungkin dapat membantu mengingat kembali insya Allah.

…dan ikutilah yang paling baik dari apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu…(QS Az zumar :55.

Menurut Ary ginanjar membangun kecesedasan spritual dan emosional ada beberapa langkah yang harus diikuti :.

1) Zero mind Process
Penjernihan emosi dari berbagai pengaruh yang melingkupi hati

2) Mental Building
membangun mental berdasarkan prinsip rukun iman

3) Personal Strength
membangun kekuatan pribadi dengan 3 rukun islam yang pertama

4) Social Strength
Membangun kekuatan sosial dengan 2 rukun islam terakhir

  1. Zero mind process

Manusia adalah makhluk paling sempurna dari semua ciptaan Allah. setiap manusia akan melalui 3 kali proses kehidupan yaitu sebelum lahir ke dunia, hidup dialam dunia dan kembali ke alam yang kekal.
pada saat manusia dilahirkan ke dunia Allah menghembuskan jiwa dan ruh yang benar benar suci, allah menghembuskan sifat sifat ketuhanan Nya ke dalam hati manusia, oleh karena itu manusia ingin tapmil cantik, ingin berkuasa, pengasih, penyayang, suka menuntut ilmu dll semuanya adalah sifat mulia Allah asmaul husna. sifat sifat itu tertanam dalam hati yang paling dalam yang dinamakan god spot atau fitrah.
Setiap Manusia pada saat dilahirkan diberi tugas oleh allah untuk mensejahtrakan bumi dan menjadi rahmatan lil alamin, menjadi rahmat bagi semesta alam menjadi khalifah dimuka bumi ini. tetapi kenyataan setelah manuasia lahir dan berkembang banyak yang gagal melaksanakan tugas dari Allah, lalai dan lupa pada fitrahnya.
Kegagalan dan lalainya manusia dari tugasnya disebabkan oleh Seiring dengan perkembangan kehidupan manusia mulai dari bayi sampai dewasa hati dan pikiran manusia diinput dengan pengaruh pengaruh dari luar, pengaruh pengaruh dari pengalaman pengaruh ilmu dan literatur, pengaruh pembanding, prasangka, sudut pandang yang tanpa disadari sudah menutup god spot fitrah manusia sebagai makhluk mulia. mengakibatkan setting yang sudah dibuat oleh Allah dengan sangat mulia menjadi rusak dan tidak sesuai dengan keinginan dari yang maha pencipta. maka terciptalah manusia manusia yang gagal secara akhlak.

“Kemudian hatimu menjadi keras sesudah itu. sehingga seperti batu, malahan lebih keras lagi. sebab batu batu yang memancar sungai sungai dari padanya dan ada pula yang terbelah mengeluarkan air dan ada pula yang meluncur jatuh, karena takutnya kepada Allah dan Allah tiada lengah dengan apa yang kamu lakukan ” QS Albaqarah : 74

Hati sebagai software dari Allah mempunyai default factory setting yaitu fitrahnya yang berisi sifat sifat mulia asmaul husna. nah sekarang bagaimana caranya agar fitrah kita sebagai hamba yang mulia dapat kita buka kembali sehingga kita bisa langsung mengkases ke god spot kita.

Zero mind proses menurut ary ginanjar adalah terbebasnya hati dri prasangka negatif, prinsip prinsip hidup yang menyesatkan, pengalaman yang mempengaruhi pikiran, egoisme kepentingan dan prioritas pribadi, pepmbanding pembanding yang subyektif, terbebas dari belengu literatur yang menyesatkan. pada saat itu ia manjadi orang yang merdeka.

“…sungguh, kami telah ciptakan manusia dan kami tahu apa yang dibisikkan dalam hatinya kepadanya, kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya..” QS Qaaf : 16

Saran Aplikasi untuk Zero Mind Prosess.

a. Apabila memiliki sesuatu masalah dan peluang sebelum memberikan respon segera kenali dulu diri kita

ü Apakah anda sering berprasangka negatif kepada orang lain? ubahlah ganti dengan prasangka yang baik

ü Apakah anda terpengaruh oleh prinsip prinsip yang ada di lingkungan anda, hati hati kadang prinsip prinsip itu menyesatkan. prisip kita adalah Allah SWT sebagai pedoman

ü Periksa pikiran anda apakah masih ada pengalaman yang mempengaruhi pandangan anda lupakan mulai dengan zero mind (fitrah)

ü Dalam mengambil keputusan apakah anda terpengaruh dengan vested of intersest anda? dengarlah suara hati berpikirlah melingkar (berpikir sengan mempertimbangkan berbagai aspek, bijaksana lalu tentukan prioritas dan sesuaikan dengan visi anda

ü Apabila melihat suatu permasalahan lihatlah seluruh sisi sudut pandang jangan hanya dari satu sisi.

ü Jangan membandingkan suatu dengan persepsi pikiran andasendiri, keluarlah dari persepsi diri anda, lihatlah diri kita dari luar.

ü Apabila anda membaca literature ambillah sisi positifnya bandingkan dengan suara hati andajika sesuai maka itulah yang disebut anggukan universal kebenaran akan ketetapan Allah.

ü Latihlah suara hati yang mendorong anda berpikir jernih dengan melakukan latihan repetitive power atau bertasbih mengucapkan subhanallah sambil mengingat kesucian allah

b. Latihlah Kecerdasan emosi yang telah anda miliki kenali dan pergunakan suara hati itu mulai dari hal yang kecil dari kebiasaan sehari hari contoh:

ü Mungkin setelah mandi selama ini anda gantung handuk dengan sembarnagan suara hati akan bicara rapikanlah dengan sempurna, ikutilah itu adalah suara hati sang maha teratur Al baari (sang maha piñata keteraturan)

ü Pada saat membuang puntung rokok mungkin anda membuang dengan seenaknya tetapi ada suara hati yang berkata jagalah kebersihan ikutilah itu adalah suara sang maha bersih Al Hafidz (yang maha menjaga)

ü mungkin selama ini anda suka berbohong suara hati akan bicara jujurlah itu adlah suara hati sang maha benar Al muizz(yang maha membeningkan)

ü Anda baru saja membeli mobil baru dan anda sombong suara hati bicara jangan sombongitu adalah suara hati yang maha kaya Al Ghaniy (sang maha kaya)

ü anda sedang melihat orang miskin , maka suara hati berkata bantulah itula suara hati sang penolong arrahman (sang maha pengasih)

Teruslah berlatih sehingga mata hati terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara ahti dengan jelas lama kelamaan suara itu akan menjadi sahabat anda, yang selalu memberi informasiyang maha penting. Namum tentu saja pergunakan sarana logis yaitu otak sebaigai pengolah tetapi hati hati otak harus suci bebas polusi

Ingatlah dalam mendengar suara hati anda harus melakukan 99 thingking hats (berpikir melingkar) harus mengetahui dan mempertimbangkan suara suara hati yang lain. Untuk bisa seperti ini kita harus mempelajari 99 nama Allah asmaul husna dan mengeti maknanya. Sejatinya suara hati untuk adil dan bijaksana harus didengar juga. Lebih lanjut akan di kupas pada pembangunan mental dengan prinsip rukun iman pertama percaya kepada Allah

“sungguh untuk neraka jahannam kami ciptakan kebanyak jin dan manusia, mereka mempunyai hati yang tiada dipergunakan untuk mengerti mereka mempunyai mata yang tiada dipergunakan untuk melihat dan mereka mepunyai telinga yang tiada dipergunakan untuk mendengar. Mereka seperti biantang bahakan mereka lebih sesat lagi. Merekalah orang lalai “ QS Al Araaf :179

Marilah kita buka kembali pintu hati kita agar kita kembali ke fitrah kita manusia yang mulia ciptaan Allah agar kita sukses menjalankan tugas untuk mensejahterakan bumi dan menjadi rahmat bagi semesta alam dan khalifah dimuka bumi amiin.

Prinsip mebangun mental akan disharing lebih lanjut, insya Allah

al kisah terdapat 3 orang tukang batu yang sedang sibuk bekerja membangun sebuah rumah sakit. suatu saat datanglah seseorang bertanya pada ketiga tukan batu tersebut:

tiTamu : Lagi apa nih bapak bapak sembari melempar senyum
Tk batu 1 : gak liat apa saya lagi sibuk kerja? sembari acuh tak acuh dan terus bekerja
Tk batu 2 : saya sedang cari uang pak … kembali kerja
Tk batu 3 : saya sedang membangun sebuah rumah sakit yang nantinya akan menjadi tempat berobat bagi orang orang yang sedang kesakitan dan mudah mudahan pekerjaan saya ini menjadi manfaat bagi banyak orang..

mendengar 3 jawaban yang berbeda itu si tamu termenung menung kemudian sambil berjalan dia berpikir apa yang menyebabkan ada 3 jawaban berbeda tersebut…setelah berpikir begitu lama akhirnya si tamu dapat jawabannya…ternyata 3 orang batu itu mewakili kebiasaan dan cara berpikir manusia yang menentukan effort kerja etos kerja dan nilai suatu pekerjaan bagi manusia.

tukang batu 1 adalah gambaran untuk orang orang yang bekerja keras tapi tidak tahu tujuannya bekerja, yang penting kerja dan kerja. akibatnya orang ini akan sibuk bekerja sepanjang waktu tanpa ada nilai tambah yang didapatnya. dia bekerja sampai tenaganya habis tapi hasil untuk dirinya tidak ada

tukang batu kedua adalah gambaran orang yang perhitungan, orang seperti ini bekerja sesuai imbalan, dia bekerja tapi sebatas berapa dia dibayar. orang ini tahu tujuannya bekerja tapi hanaya untuk dirinya sendiri. orang seperti ini biasanya tidak mau kelbihan jam kerja perhitungan dan suka mengeluh

tukang batu ke tiga adalah contoh orang yang bekerja dengan visi didepan matanya, dia bekerja dan tahu apa yang akan dia capai dengan bekerja tersbut. bekerja dengan visi mengakibatkan seseorang bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tidak pernah mengeluh. orang seperti ini biasanya hasil kerjanya bagus karena dikerjakan sepenuh hati.

nah pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah diatas adalah bahwa apapun pekerjaan kita, jika dikerjakan dengan sepenuh hati dan ikhlas dan menetapkan visi yang akan dicapai. akan mendapatkan hasil yang maksimal dan rezky udah diatur oleh yang maha kuasa.

demikian semoga dengan membaca renungan diatas kita makin sadar dan ikhlas dalam melakukan segala sesuatu pekerjaan. amiin

Menabur Pikiran, menuai Tindakan; Menabur tindakan, menuai Kebiasaan; Menabur Kebiasaan, menuai Karakter; Menabur Karakter, menuai Nasib — Samuel Smiles

Dulu sewaktu mahasiswa saya pernah membaca buku karangan Stephen R Covey ini, namun terus terang susah sekali memahaminya. Lebih mudah memahaminya setelah melihat VCD punya teman. Tapi waktu ikut trainingnya, jadi lebih paham lagi. Apalagi saat ini saya senang sekali belajar enterpreunership, managerial, dan pengembangan diri. Jadi, tentu saja mempunyai perspektif yang lebih luas jika dibandingkan dengan perspektif dulu ketika mahasiswa.

Inti dari buku ini cukup sederhana dan mudah dipahami, yaitu kita akan berubah dari ketergantungan menuju Kemandirian (Kemenangan Individu dalam istilah Covey) dengan memperbaiki diri kita sebagai seorang individu, yaitu penguasaan diri dan disiplin diri. Namun, supaya menjadi individu yang kompeten (efektif) pada akhirnya kita harus bisa berkolaborasi dengan orang lain sehingga memunculkan adanya salingketergantungan dengan melakukan hubungan yang lebih mendalam dan jangka panjang, yang dalam tahap ini Covey memberikan istilah “Kemenangan Publik”. Ya, kita tidak bisa hidup di dunia ini sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan orang lain. Dan kebiasaan kita ditutup dengan “Asahlah Gergaji” yang intinya “Continous improvement”.

PRINSIP EFEKTIVITAS adalah hal utama yang harus dipegang dalam menjalankan The 7 Habits ini. Efektivitas adalah mendapatkan hasil yang baik hari ini (produksi) dengan cara yang memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang terus-menerus (berkesinambungan). Nantinya, dalam menentukan apakah suatu tindakan/sikap akan efektif atau tidak akan didasarkan pada prinsip ini.

1. Menjadi Proaktif

Kebiasaan yang pertama diawali dari mindset atau pola pikir kita. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Orang yang efektif berprinsip bahwa hidup adalah pilihan, sehingga sadar bahwa keadaan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan sendiri di masa lalu. Orang yang proaktif bersikap didasari pada prinsipnya (yaitu bebas memilih dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil), sedang orang yang reaktif berbuat sebagai hasil dari reaksi apa yang terjadi di luar dirinya.

Orang proaktif sadar bahwa dirinya adalah programmer untuk dirinya. Dia sendiri yang mengatur dirinya, bukan situasi diluar yang mengatur tindakannya.

Ada perbedaan yang mendasar antara orang proaktif dan reaktif (walaupun dua-duanya sama-sama aktif), yaitu bahwa setelah terjadi stimulus, orang reaktif akan berhenti sejenak untuk berfikir sebelum melakukan respon yang layak. Sedangkan orang yang reaktif akan langsung memberikan respon seketika setelah ada stimulus, tanpa adanya jeda untuk memilih atau berfikir.

Di saat jeda memilih tersebut, orang Proaktif akan melakukan STEP: Stop – Think – Evaluate – Proceed. Dan sah-sah saja jika Anda memiliki metoda lain dalam berfikir, misalnya BRAIN: Benefit-Risk-Altenative-Instinc-No respone.

Di dalam melihat suatu hal, orang yang proaktif akan mengajukan pertanyaan: HOW dan WHAT yaitu berusaha mencari solusi, sedangkan orang yang reaktif akan mengajukan pertanyaan WHY, WHEN, dan WHO.

2. Mulai dengan Tujuan Akhir

“Tolong beritahu saya, jalan mana yang harus saya ambil?” kata Alice.

“Hal itu tergantung kemana kamu kan pergi,” kata Kucing.

“Saya tidak peduli akan ke mana saya,” kata Alice.

“Kalau begitu, tidak ada bedanya jalan manapun yang kamu ambil,” kata Kucing.

Dicuplik dari Petualangan Alice di Negeri Ajaib

Tujuan akhir, VISI, adalah sesuatu yang mendorong seseorang berbuat. Jika seseorang mempunyai cita-cita yang tinggi tentunya ia akan bekerja lebih keras dan tekun daripada orang yang mempunyai cita-cita yang lebih rendah.

Orang yang efektif akan mempunyai cita-cita yang tinggi, dan cita-cita tersebut dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dan menjalani hidupnya. Orang yang tidak efektif akan menjalani hidup tanpa tujuan, menjalani hidup apa adanya, mengikuti kemana arus akan membawanya.

Sebagai seorang insan, kita hidup dengan banyak peran. Sebagai individu yang bertanggung jawab kepada diri sendiri, sebagai Ayah/Ibu, kepala keluarga, profesional atau pengusaha. Masing-masing peran tersebut menuntut kompetensi yang berbeda-beda, tentu saja akan mempunyai tujuan yang berbeda pula. Lalu, apa tujuan/keinginan kita untuk masing-masing peran tersebut? Apa yang ingin anak Anda katakan kepada Anda sebagai orang tua saat ulang tahun Anda yang terakhir? Anda yang tahu jawabannya.

3. Dahulukan yang Utama

First think First. Ya, jika kita tidak mempunyai prioritas, maka kita akan menjadi terlihat sibuk namun tidak menghasilkan apa-apa, karena semuanya dikerjakan. Orang yang efektif akan mendahulukan hal-hal yang penting, sedangkan orang yang tidak efektif akan mendahulukan hal-hal yang mendesak, sehingga akan senantiasa merasa dikejar2 waktu. Tentu saja ini akan menjadi beban mental (stress) jika terjadi berkepanjangan.

Selayaknya apa yang kita kerjakan didasarkan pada skala prioritas. Mana yang paling efektif dikerjakan dulu, baru berfikir efisiensi. Sudah tentu, pedoman untuk bisa memilih mana yang harus didahulukan adalah kita harus mempunyai tujuan akhir dahulu.

Orang yang efektif akan berusaha mengurangi pekerjaan yang urgent (penting dan mendesak) dengan mengerjakan hal-hal yang penting namun tidak mendesak. Jadi, silakan buat rencana mingguan Anda.

Jika kita mengerjakan tiga sikap ini secara konsisten, kita akan menjadi pribadi yang mandiri, efektif secara individu. Dengan menjadi pribadi yang mandiri, maka kita layak menjadi seorang individu yang layak dipercaya karena komitmen kita, atau dalam istilah Covey adalah mendapat Kemenangan Pribadi.

Sikap berikutnya adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang efektif dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain:

4. Berfikir Menang-menang Kebiasaan ini membawa kita kembali untuk melihat mindset kita. Bagaimana kita bisa senantiasa berfikir menang-menang dalam berhubungan dengan orang lain. Untuk bisa berhubungan menang menang, inisiatif bisa datang dari salah satu atau kedua orang yang berhubungan. Untuk bisa melakukan tindakan ini, kita tidak hanya membutuhkan tenggang rasa yang tinggi, tapi juga keberanian yang tinggi dari diri kita.

Untuk bisa melakukan sikap ini, kita harus sadar bahwa apa yang ada di dunia ini melimpah bagi setiap orang dan berlimpah untuk dibagi. Jadi, selama kita merasa bahwa sesuatu jumlahnya terbatas, maka kita akan sulit berinisiatif melakukan kebiasaan menang-menang.

Sebagai prinsip dari sikap ini adalah bahwa hubungan jangka panjang yang efektif membutuhkan saling menghargai dan manfaat bersama.
5. Berusaha Memahami Dulu Baru Minta Dipahami

Dalam berhubungan dengan orang lain, pasti kita berkomunikasi dengannya. Nah, supaya komunikasi kita menjadi lebih efektif biasakanlah berkomunikasi dengan empati, kelihatannya akan memakan waktu yang lama, namun sebetulnya akan lebih efektif daripada kita berkomunikasi dengan cara lain, adu argumen misalnya.

Paradigma orang yang efektif adalah bahwa ia mendengarkan untuk memahami, sedangkan orang yang tidak efektif mendengarkan untuk menjawab.

6. Sinergi

Akhirnya setelah kita bisa menjadi seorang individu yang mandiri (karena efektif secara individu), dan kita bisa berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain dengan baik dengan berfikir menang-menang dan berkomunikasi dengan empati, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita dan orang lain.

Orang yang efektif berfikir bahwa dengan bersama-sama akan mencapai tujuan yang lebih baik, sedangkan orang yang tidak efektif akan memaksa orang lain untuk mengikuti caranya, atau dengan kompromi.

Akhirnya, dengan tambahan tiga sikap ini (sikap 4-5-6), kita akan menjadi seorang individu yang dipercaya oleh orang lain karena kita bisa mengambil hati orang lain.

Dan agar kita menjadi individu yang efektif, ditutup dengan kebiasaan terakhir:

7. Asahlah Gergaji

Inti dari kebiasaan yang terakhir adalah kita senantiasa mengembangkan kemampuan kita dari segi Fisik, Mental/Pikiran, Sosial/Emosional, dan Spiritual.

* Fisik: Olahraga, makan, dan istirahat seimbang dan manajemen stress yang baik.
* Mental: Membaca, menulis, belajar, dan meneliti.
* Sosial/Emosional: Membangun hubungan yang baik dengan orang lain, menjaga EQ kita.
* Spiritual: melayani,meditasi, berdoa, ibadah, mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa…

Take an Action

 

Sekedar pencerahan saja, cukup bagus untuk menggugah semangat kerja kita :)
Mulai saja sekarang…

Mulai saja sekarang. Segala pekerjaan akan terasa lebih mudah jika
anda telah mulai mengerjakannya. Letakkan satu langkah kaki di depan
langkah kaki lainnya, terus lakukan selangkah demi selangkah. Dan,
anda pun sampai di ujung jalan.

Satu langkah memang jauh dari kesempurnaan tapi langkah itu cukup
berharga dan bermanfaat bagi anda. Nikmati dan hargai kerja langkah
anda. Berbanggalah karena anda telah memulai mengerjakannya.

Langkah anda adalah sebuah kesempatan, kemanapun tujuan anda.
Kesempatan bagi anda untuk mencapai tujuan hidup anda dan orang-orang
di sekitar anda. Kesempatan yang hanya akan datang jika anda mulai
saja sekarang….

 

Hari ini dalam sebuah pertemuan presentasi bisnis dengan pak Yosep solihin saya dapat pencerahan tentang membangun kesuksesan dengan kebijaksanaan. Pak yosep dengan gembira membagi ilmunya kepada saya secara gratis. Semoga kebaikan pak yosep dibalas oleh yang maha kuasa.

Menurut pak yosep kesuksesan dibangun seperti kita membangun rumah. Ada 7 unsur utama yang harus ada dalam rumah:

  1. dirumah itu harus ada api

api merupakan lambang semangat. Dalam membangun kesuksesan harus ada semangat yang menyala agar ada passion dalam menjalankan bisnis apapun

  1. dirumah harus ada aliran udara

udara melambangkan dorongan. Api tanpa ada udara ga bisa hidup. Harus ada pendorong semangat untuk menjalankan bisnis apapun

  1. Dirumah harus ada air

Air melambangkan kesegaran, diasaat kita bisnis perlu ada penyegaran fikiran agar tidak stress

  1. Dirumah harus ada lampu

Alampu melambangkan penerangan/ keterbukaan. Dalam membangun bisnis perlu adanya keterbukaan

  1. Dirumah harus ada telpon

Telepon alat komunikasi, dalam membangun bisnis perlu komunikasi yang lancer baik antar internal maupun external

  1. Dirumah harus ada meubel

Meubel melambangkan asset. Jadi dalam berbisnis harus ada porsi menabung baik dunia maupun akhirat

  1. dirumah harus ada WC

WC tempat pembuangan. Artinya dalam berbisnis kita harus bisa ikhlas memaafkan. Ini adalah hal yang paling penting karena kalau kita tidak bisa memaafkan akan menghambat semua hubungan bisnis

Yang paling didalam membangun rumah adalah pondasi, pondasi merupakan landasan dalam membangun bisnis, bentuk rumah yang diinginkan tergantung bentuk pondasinya seberapa tinggi rumah yang akan dibangun tergantung pondasinya. Jadi tentukan dulu bisnis yang akan dijalananin seberapa tinggi visinya.

Kemudian yang terakhir adalah membangun atapnya. Atap merupakan perlindungan, artinya kita butuh sesuatu yang melindungi bisnis kita yaitu hukum.

Demikian cara membangun kesuksesan dengan wisdom yang dituturkan pak yoseph solihin pada saya. Pak yosep merupakan motivator yang ulung. Masih banyak ilmu motivasi yang diberikan pak yosep secara gratis yang nanti akan saya bagi satu persatu…

Jika anda merasa mendapat manfaat dari blog saya ini maka sebarkan lah pada orang yang membutuhkannya karena ilmu tidak akan berguna kalau disimpan sendiri.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.